Untitled Document
     

Administrator By Golden Eagle INDONESIA


About Yogyakarta

KRATON YOGYAKARTA


Keraton Yogyakarta yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini memiliki beberapa museum, yaitu Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik. Di samping itu, hampir seluruh bagian kraton digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda budaya bernilai, termasuk replikanya. Di kompleks Pagelaran, misalnya, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali pada saat terdapat upacara. Museum buka mulai jam 08.30 hingga 14.00 wib, kecuali hari Jumat yang buka hingga pukul 13.00 wib. Selain benda-benda budaya dan arsitektur, pengunjung juga dapat melihat pertunjukan seperti macapat, kerawitan, wayang kulit, serta wayang orang, yang dipentaskan di bangsal Sri Manganti, sekitar pukul 10.00-12.00.

TUGU YOGYAKARTA


Tugu Yogyakarta adalah sebuah tugu atau menara yang sering dipakai sebagai simbol/lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu yang terletak di perempatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl. Pangeran Mangkubumi ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.

Tugu ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata Yogya, dan sering dikenal dengan istilah ?tugu pal putih? (pal juga berarti tugu), karena warna cat yang digunakan sejak dulu adalah warna putih. Tugu pal ini berbentuk bulat panjang dengan bola kecil dan ujung yang runcing di bagian atasnya. Dari kraton Yogyakarta kalau kita melihat ke arah utara, maka kita akan menemukan bahwa Jalan Malioboro, Jl Mangkubumi, tugu ini, dan Jalan Monument Yogya Kembali akan membentuk satu garis lurus persis dengan arah ke puncak gunung Merapi


KALIURANG


Jika anda mencari tempat liburan yang bernuansa kesejukan dan keindahan alam, mungkin anda bisa mencoba mengunjungi obyek wisata Kaliurang di Yogyakarta. Ada beberapa tempat yang memberikan sisi keindahan yang berbeda- beda. Kaliurang sendiri berbentuk seperti sebuah komplek yang sisi kanan dan kirinya masih dikelilingi hutan yang begitu luas dan indah. Ada sebuah tempat dimana kita bisa memandang keindahan Kaliurang, yaitu gardu pandang.

Masih disekitar Kaliurang ada tempat lain yang cukup indah dan pantas dikunjungi yaitu kali kuning. Disana anda dapat berjalan jalan menyusuri sungai kecil yang jernih dan bersih. Terkadang kita tidak akan merasa lelah ketika kita berjalan jalan di tempat seperti itu. Atau jika anda ingin melihat bekas larva 2007, anda bisa mampir di kaliadem. Disana anda akan disuguhi pemandangan berupa bekas keperkasaaan merapi berupa sungai besar yang tertutupi pasir ( bekas erosi merapi).

Daerah Kaliadem dulunya merupakan daerah wisata sungai yang menjanjikan keindahan dan keasrian alam pegunungan dengan aliran air sungai yang jernih dan dingin. Kini daerah wisata Kaliadem tersebut telah berubah nama menjadi daerah wisata LAVA TOUR ex-Kaliadem. Akibat letusan gunung Merapi kala itu, daerah ini tertimbun dengan material Lava gunung Merapi.

Banyak rumah-rumah tertimbun material Lava tersebut, dan daerah Kaliadem ini pun bagaikan hilang tenggelam dikubur Lava. Meskipun begitu, kita tetap bisa berkunjung ke sana untuk bisa mengetahui jejak-jejak aliran Lava Merapi dengan latar belakang Gunung Merapi yang nampak begitu eksotik. Keadaan di sana pun tetap dibiarkan apa adanya sejak kejadian meletusnya gunung Merapi tersebut.

Untuk bisa mengakses daerah Lava Tour ini, kita diwajibkan membayar 5000 rupiah per orang. Selain itu di sini juga tidak terdapat banyak fasilitas-fasilitas obyek wisata pada umumnya, semua benar-benar dari alam. Obyek wisata Kaliurang merupakan daerah lereng merapi, oleh karena itu obyek wisata yang satu ini merupakan daerah dataran tinggi yang memiliki hawa dingin dan sejuk. Bisa dikatakan Kaliurang ini merupakan ?PUNCAK?-nya kota Yogyakarta, dengan lokasi yang cukup dekat, hanya sekitar 40-60 menit perjalanan dari kota Yogyakarta.

Keunikan dari Kaliurang yang lain adalah, di sini jalan-jalan raya (aspal) yang bisa dilalui oleh mobil terdapat banyak cabang yang semuanya saling terhubung antara satu sama lainnya, sehingga kita bisa menghabiskan waktu dengan sekadar memutari jalan-jalan di daerah wisata ini. Selain itu, di sini juga banyak terdapat villa-villa maupun penginapan dengan harga yang variatif, mulai dari 40 ribuan hingga ratusan ribu per malam, tergantung fasilitas dan lokasi yang ditawarkan.

PARANGTRITIS


Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan beragam objek wisata lainnya, seperti Kraton Yogyakarta, Pantai Parangkusumo dan kawasan Merapi. Pantai yang terletak 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta ini juga merupakan bagian dari kekuasaan Ratu Kidul.

Penamaan Parangtritis memiliki kesejarahan tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemuan itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun memiliki kesaktian.

Sejumlah pengalaman wisata bisa dirasakan di pantai ini. Menikmati pemandangan alam tentu menjadi yang paling utama. Pesona alam itu bisa diintip dari berbagai lokasi dan cara sehingga pemandangan yang dilihat lebih bervariasi dan anda pun memiliki pengalaman yang berbeda. Bila anda berdiri di tepian pantainya, pesona alam yang tampak adalah pemandangan laut lepas yang maha luas dengan deburan ombak yang keras serta tebing-tebing tinggi di sebelah timurnya.

Untuk menikmatinya, anda bisa sekedar berjalan dari arah timur ke barat dan memandang ke arah selatan. Selain itu, anda juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar anda melewati rute serupa tanpa lelah. Ada pula tawaran menunggang kuda untuk menjelajahi pantai. Biayanya, anda bisa membicarakan dengan para penyewa jasa.

Usai menikmati pemandangan Parangtritis dari tepian pantai, anda bisa menuju arah Gua Langse untuk merasakan pengalaman yang berbeda. Di jalan tanah menuju Gua Langse, anda bisa melihat ke arah barat dan menyaksikan keindahan lain Parangtritis. Gulungan ombak besar yang menuju tepian pantai akan terlihat berwarna perak karena sinar matahari, dan akan berwarna menyerupai emas bila sinar matahari mulai memerah atau menjelang senja. Pemandangan eksotik ini sempat dinikmati YogYES ketika berkunjung beberapa hari lalu.

Puas dengan pemandangan alamnya anda bisa menikmati pengalaman wisata lain dengan menuju tempat-tempat bersejarah yang terdapat di sekitar Pantai Parangtritis. Salah satunya adalah Makam Syeh Bela Belu yang terletak di jalan menuju pantai. Anda bisa naik melalui tangga yang menghubungkan jalan raya dengan bukit tempat makam sakral ini. Umumnya, banyak peziarah datang pada hari Selasa kliwon.

Selesai mengunjungi makam, anda bisa menantang diri untuk menuju Gua Langse, gua yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 km dan melalui tebing setinggi 400 meter dengan sudut kemiringan hampir 900. Untuk memasuki gua yang juga sering disebut sebagai Gua Ratu Kidul ini, anda harus meminta ijin pada juru kuncinya terlebih dahulu. Menurut salah seorang penjaga Pantai Depok yang di waktu mudanya sering menuruni gua, anda bisa melihat pemandangan laut selatan yang lebih indah begitu berhasil memasuki gua.

Pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Cina, anda bisa melihat prosesi upacara Peh Cun di Parangtritis. Peh Cun, berasal dari kata peh yang berarti dayung dan cun yang berarti perahu, merupakan bentuk syukur masyarakat Tioghoa kepada Tuhan. Perayaan ini juga bermaksud mengenang Khut Gwan (Qi Yuan), seorang patriot dan sekaligus menteri pada masa kerajaan yang dikenal loyalitasnya pada raja hingga ia difitnah oleh rekannya dan memilih bunuh diri.

Perayaan Peh Cun di Parangtritis tergolong unik karena tidak diisi dengan atraksi mendayung perahu berhias naga seperti di tempat lain, tetapi dengan atraksi telur berdiri. Atraksi dimulai sekitar pukul 11.00 dan memuncak pada pukul 12.00. Pada tengah hari, menurut kepercayaan, telur bisa berdiri tegak tanpa disangga. Namun, begitu memasuki pukul 13.00, telur akan terjatuh dengan sendirinya dan tak bisa didirikan lagi.

Untuk mencapai Parangtritis, anda bisa memilih dua rute. Pertama, rute Yogyakarta - Imogiri - Siluk - Parangtritis yang menawarkan pemandangan sungai dan bukit karang. Kedua, melewati rute Yogyakarta - Parangtritis yang bisa ditempuh dengan mdah karena jalan yang relatif baik. Disarankan, anda tidak mengenakan baju berwarna hijau untuk menghormati penduduk setempat yang percaya bahwa baju hijau bisa membawa petaka.

 
  Untitled Document JL Amarta 397, Yogyakarta, Indonesia
Tel : +62-274618688, FAX : +62-274618914
E-MAIL: hotel_amarta@yahoo.com, Website : http://www.amartahotel.byethost17.com